Don’t jugde a book by cover. Jangan menilai buku hanya dari jilidnya saja, begitu orang-orang mengatakan untuk mengungkapkan bahwa kita tidak boleh menilai seserang hanya dari penampilan luarnya saja. Tapi ternyata menilai bagian luar akan sangat menentukan penilaian seseorang akan sesuatu. Untuk buku misalnya, sebelum membeli tentu pertama kali kita akan melihat sampulnya. Judul, pengarang, deskripsi singkat tentang isi, yang semua itu terangkum dalam desain. Desain yang menarik, tepat sasaran serta mencerminkan isi, akan menentukan sikap pembaca untuk memutuskan membeli atau mengembalikannya ke rak display. Begitu pun ketika bertemu seseorang, tentu pertama dilihat adalah penampilan luarnya. Meskipun hati lebih penting, tapi siapa yang tahu isi hati seseorang. Penampilan dapat mencerminkan kepribadian seseorang.
Suatu saat ketika saya menghadiri sebuah seminar dengan pembicara bergengsi tingkat nasional yang bertempat di Bandung, duduk di sebelah saya seorang wanita. Saya taksir umurnya sekitar pertengahan dua puluhan. Berjilbab bergo panjang dengan tali di belakang, namun tali tersebut dibiarkan menjuntai. Jaket hitam yang ukurannya terlalu besar serta bertuliskan sebuah instansi menutupi tubuh kurusnya. Didalamnya memakai kaos panjang yang panjangnnya melebihi ukuran jaketnya. Rok panjang corak batik using yang dalam pandangan saya lebih mirip sarung laki-laki dipakainya, di dalamnya masih terdapat celana dalaman panjang warna hitam yang panjangnya melebihi rok sarungnya. Kakinya dibungkus kaus kaki putih seperti yang sering saya pakai ketika sekolah SD dulu, serta sandal selop kulit tanpa tali.
Saya tidak berusaha menerka bagaimana kepribadian si wanita, apalagi menebak isi hatinya. Tapi ketika melihatnya celetukan muncul di dalam hati “iih kok gitu sih”. Ah. Mungkin saja dia orang yang kurang mampu. Mungkin, tapi ketika sempat berbincang, beliau adalah seorang guru yang memiliki pengasuh untuk mengasuh anaknya ketika dia mengajar. Memiliki seorang pengasuh bagi saya mengindikasikan bahwa wanita ini cukup mampu. Toh tampil apik bukan berarti harus mahal kan?
Saat itu saya baru menyadari betapa pentingnya penampilan luar. Terlebih jika penampilan tersebut mencerminkan sebuah identitas. Seperti yang saya gambarkan pada penampilan wanita di atas. Berjilbab menandakan suatu identits kemusliman. Pakaian yang menutup aurat tentu penting, namun akan sangat baik jika tidak hanya sampai menutup aurat, namun bagaimana menutup aurat itu dapat mencerminkan indahnya menjadi seorang muslimah. Tampil cantik tanpa berniat tabaruj, namun sebagai bukti bahwa iniliah Islam, inilai Muslimah, mencintai keindahan. Bukankah Alllah Maha Indah dan mencintai keindahan? Penampilan seorang muslimah juga akan menentukan penilaian seseorang terhadap Islam, serta menentukan ketertarikan wanita lain terhadap jilbab.
Sedangkan mengenai niat, hal itu dikembalikan pada tujuan seseorang berpenampilan kemudian akan menentukan timbal balik apa yang akan didapatkan. Seperti yang dikemukakan Muhammad Faudzil Adhim dalam bukunya Kado Terindah Untuk Istriku, bahwa ketika seorang istri bersolek, tidak ada yang tahu untuk tujuan apa dia bersolek. Hanya dialah yang tahu, ketika bersolek untuk tujuan apa dia bersolek.
Selasa, 16 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar